“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikan lakunya, dan jadilah bijak (Amsal 6:6)
Sesungguhnya didalam kehidupan semut terdapat pelajaran berarti bagi kita sebagai manusia ciptaan Tuhan. Yaitu sebuah pelajaran tentang kesabaran, ketekunan, dan kesinambungan dalam usaha untuk mencapai tujuan. Kata-kata diatas tidaklah berlebihan karena kita bisa melihat seluk-beluk kehidupan semut yang selalu dihadapkan pada rintangan, cobaan tapi semut tetap akan melaksanakan tujuannya hingga tercapai.
Ia bergelantungan diatas pohon, lalu jatuh lantas bangkit kembali, dan berusaha untuk naik lagi, dan lalu jatuh lagi, begitu seterusnya hingga berhasil mencapai apa yang ia inginkan.
Apabila semut hendak bergerak menuju tempat tujuannya tetapi tertutup oleh rintangan maka semut akan mencoba mencari alternatif lain yaitu bergerak kekiri atau kekanan dan tetap berusaha terus mencari tujuannya. Apabila suatu jalan tujuannya digenangi air maka semut akan membuat jembatannya sendiri yaitu mengajak teman-teman lainnya untuk menyebrang.
Semut bisa mengangkat benda/makanan yang lebih berat daripada berat tubuhnya beberapa kali lipat. Semut adalah pekerja keras yang pantang menyerah! Seekor semut dalam usahanya mungkin bisa mati, tapi ia akan digantikan oleh semut-semut lain yang meneruskan usaha/kerja dari semut yang terdahulu.
Jika kita meneladani sifat yang saya sebutkan diatas, bisa dipastikan anda adalah orang yang hidup penuh makna!!
Original source from Hendrikus Langelo Facebook!


